CINTA

Rabu, 01 Desember 2010

SAUDARA LAKI-LAKI SEPERTI ITU

Seorang teman bernama Paul menerima sebuah hadiah mobil dari saudara laki-lakinyasebagai hadiah natal. Pada malam natal ketika paul keluar dari kantornya, seorang anak jalanan mengitari mobil mengkilap itu, mengaguminya."apakah ini mobil Anda Tuan?". Dia bertanya. Paul mengangguk."Saudara laki-lakiku itu tercengang." maksud tuan, kakak Tuan memberikannya kepada Tuan dan Tuan tidak perlu membayarnya sama sekali?Wah seandainya saja...."Dia terdiam sejenak.


Tentu saja Paul dapat menerka apa yang diinginkan anak itu. Dia ingin memiliki kakak seperti itu. Namun apa yang dikatakannya membuat Paul terkejut sampai ke ubun-ubunya. "Seandainya saja," sambung  anak laki-laki kecil itu, "saya dapat menjadi kakak seperti itu."Paul memandang anak kecil itu dengan tertegun, kemudian secara sepontan ia melanjutkan,"maukah kamu berkeliling naik mobilku?" 
"oh tentu, saya akan senang sekali tentunya." Setelah menempuh perjalanan beberapa saat , anak itu menoleh dan dengan mata yang bersinar-sinar dia berkata,"Tuan, apakah Anda tidak keberatan untuk lewat di depan rumah saya?"


Paul tersenyum kecil. Ia pikir ia tau apa yang diinginkan anak kecil itu. anak itu ingin menunjukan kepada tetangga-tetangganya bahwa ia dapat pulang kerumah dengan menumpang sebuah mobil mewah. Tetapi lagi-lagi dugaan paul meleset."Maukah anda berhenti di depan tangga itu?"tanyanya. Dia menaiki tangga tersebut. Selang beberapa saat kemudian Paul mendengar ia kembali, namun dengan jalan yang lamban. Dia menggendong adik laki-lakinya yang lumpuh. Dia mendudukanya di anak tangga yang paling bawah, lalu memeluknya dan menunjuk ke arah mobil itu.


"itu dia,Buddy, yang aku ceitakan kepadamu di atas. Kakak laki-lakinya memberinya sebuah mobil mewah itu sebagai hadiah Natal. Dan mobil itu tidak perlu dibayarnya sesen pun. Dan kelak suatu hari aku akan memberimu satu, persis seperti itu... lalu kamu dapat melihat sendiri barang-barang bagus di etalase-etalase Natal yang selalu aku ceritakan kepadamu."
Paul beranjak keluar dari mobil dan menggendonganak yang lumpuh itu ke bangku depan mobilnya. Kakak lai-lakinya dengan mata berbinar naik dan duduk di sampingya, Lalu mereka bertiga pun memulai suatu perjalanan liburan yang penuh kenangan. 


Sumber: Dan Clark(Chicken Soup for the Soul, menjadi kaya dan bahagia) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar