CINTA

Rabu, 01 Desember 2010

PINTU-PINTU YANG TERTUTUP




Pernahkah kita mengucap syukur kepada
Tuhan untuk "pintu-pintu" yang
tertutup dalam kehidupan kita
sebagaimana kita mengucap syukur untuk
"pintu-pintu" yang terbuka?

Mungkin saat ini kita sedang
bertanya-tanya, mengapa Tuhan tidak
mengabulkan
doaku untuk bisa bekerja di perusahaan
itu? Mengapa usaha dan bisnis yang
aku rintis dan kudoakan tidak berhasil
bahkan sering gagal? Mengapa
hubunganku dengan kekasihku kandas
ditengah jalan? Pertanyaan-pertanyaan
seperti itu seringkali muncul dalam
pikiran kita, di saat impian, harapan
dan cita-cita kita tidak tercapai dan
bahkan berantakan.

Pernahkah kita berpikir bahwa setiap
kali Tuhan menutup sebuah pintu,
sebenarnya Tuhan sedang mengarahkan kita
kepada pintu yang lain dimana
berkat yang lebih baik sedang menunggu
kita????

Seringkali kita tidak bisa berpikir dgn
jernih dan melihat kebenaran tentang
hal tersebut karena jiwa kita merana
karena kesedihan dan mata kita buram
dengan airmata. Kita lupa sama sekali
tentang kebenaran yang mengatakan
bahwa Allah menuntun kita seperti
seorang Ayah menuntun anaknya, seperti
seorang
Gembala yang baik menuntun
domba-dombaNya yang lemah dan bodoh.
Kita lupa
tentang kebenaran yang mengatakan;
"......jika kamu yang jahat tahu memberikan
apa yang baik untuk anak-anakmu,
terlebih lagi Bapamu yang di sorga...... "

Salah satu alasan kenapa Tuhan menutup
sebuah pintu atau beberapa pintu
dalam kehidupan kita, yaitu karena di
balik pintu-pintu itu tidak
tersedia sesuatu yang berharga bagi
hidup kita, atau juga mungkin ada
sesuatu hal
yang tidak akan membawa suatu kebaikan
bagi kita.

Seringkali Tuhan menutup beberapa pintu
dalam kehidupan kita hanya untuk
membuat kita lebih dewasa, lebih
tangguh, lebih berkualitas dan membuat
kita lebih tahan uji!!!
Tuhan memilih melakukan hal itu karena
dalam keadaan
demikianlah kita lebih mudah untuk
menjadi rendah hati, untuk belajar
mendengarkan nasihatNya; belajar tentang
hal-hal yang lebih berarti,
yg lebih bersifat kekal, belajar tentang
menghargai orang lain dan belajar untuk
tidak lagi bernafsu meninggikan diri
sendiri.

Seorang penjual burung harus
menyelubungi sangkar burungnya dengan
sehelai kain hitam saat menginginkan
burung yang ada di dalam sangkar itu
untuk mengeluarkan suara kicauanya yang
merdu dan indah. Konon dengan menutupi
sangkar burung dan menjadikannya gelap
akan membuat burung tersebut
berkonsentrasi sehingga memunculkan
hal-hal yang baik dari dirinya, yaitu
kicauannya. Dan ketika sang burung
melihat cahaya terang kembali,
kicauannya selalu menjadi bunyi yang
riang dan menyegarkan.

Seorang pandai besi harus memanaskan
berkali-kali batang besi yang
berbentuk jelek dan kemudian harus
menghajarnya juga berkali-kali diatas
landasan tempa untuk kemudian
menjelmakan bentuk besi jelek tersebut
menjadi
sebuah perkakas yang kuat, tahan banting
dan berguna untuk banyak orang
atau menjadikannya sebagai sebuah benda
seni yang sangat indah dan mahal.

Nah, sekarang dapatkah anda percaya
bahwa pintu-pintu yang tertutup dalam
hidup anda bukan berarti Tuhan menghukum
atau tidak mengasihi anda dan
maukah anda mulai belajar mempercayai
hidup anda kepadaNya, kepada Dia
yang maha tahu, maha bijaksana dan yang
sangat mengasihi anda?

Baiklah anda mulai belajar bersyukur
kepadaNya untuk pintu-pintu yang
tertutup dalam kehidupan kita, karena
itu hanya mengarahkan anda kepada
pintu anugerah dan berkat yang terbaik
yang dibuka oleh Tuhan untuk
kehidupan anda!!!!

Karena Allah tahu dan mengerti apa
yang terbaik untuk mahluknya. kita hanya perlu untuk beribadah kepadanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar