IA MENEMUKAN SIMBOL CINTA SEJATINYA SAAT MEMBACA
SURAT DI KERTAS ORET-ORETAN WARNA KUNING
Oleh w. clement stone
Saya dan sang supir taksi menjadi cukup akrab selama bercakap-cakap sepanjang perjalanan dari bandara Kennedy ke wilayah elite New York hari senin lalu.
Saya selalu berusaha naik taksi di New York untuk berburu kisah tentang manusia. Perjalanan kali ini juga begitu.
“coba ceritakan tentang diri Anda dan sedikit pengalaman pribadi yang pernh anda alami,” bujuk saya. Jadilah Louis, sang sopir taksi mengisahkan pengalaman aneh yang di alaminya minggu lalu. Saat ia bercerita, saya merasa ia siap-siap bercerita tentang diri sendiri dan keluarganya. Karena itu, sengaja saya giring kirannya ke arah tersebut dengan sebuah pertanyaan: “keempat bocah ini anak-anak anda?” Tanya saya sambil menunjuk sebuah photo di dasbor depan setir. “benar,” jawab Louis. “anak-anak yang manis. Kami bersenang-senang bersama.” Dan ia terus berbicara.
Saat kami tinggal beberapa blok dari tujuan , saya saya merasa ia menyimpan keinginan untuk berbagi pengalaman yang sangat pribadi. Dan kini saya akan ceritakan pada anda: sebuah symbol cinta , sepucuk surat yang di tulis di selembar kertas oret-oretan warna kuning.
Sebelumnya, Louis menunjukan photo istrinya dari dompet, ketika wanita itu menjadi pengantin, juga cuplikan photo-photo berwarna keempat anaknya. Louis mengimbuhi komentar sayang di setiap photo.
Sekarang ia menunjukan kepada saya surat itu. Dari istrinya, yang diberiakan kepadanya saat mencium Louis di ambang pintu rumah pagi ini. “saya tau, disetiap perkawinan, sesekali pasti ada pertengkaran,” ia memulai kisah. Lalu melanjutkan, “ saya dan istri terlibat pertengkaran keluarga tadi malam. Ia berdebat tentang masa-masa awal perkawinan kami ketika anak-anak masih kecil dan ia mengatakan betapa suami-suami lain suka membantu pekerjaan rumah sementara saya tidak sama sekali.
“ia bilang, Herman, kakaku, selalu membantu Helen istrinya waktu anak-anak mereka masih kecil. Ia mencuci piring, bahkan mengepel lantai. Dan suami Irene, tom, sering memperbaiki perabotan rumah, mengganti popok dan tidak mengeluh. Tapi kau, kau sama sekali tidak membantu waktu anak-anak masih kecil. Kau bukan ayah yang baik waktu itu.”
“masalahnya,” ujar Louis seperti minta maaf,” sebagi seorang supir taksi, saya bekerja 12 jam sehari. Dan tugas saya sebagai seorang suami adalah mencari nafkah. Saya berhasil dalam hal ini karena setiap jam selalu saya manfaatkan semaksimal mungkin. Wajar rasanya jika setiba di rumah saya sangat lelah. Butuh waktu istirahat dan bersantai sejenak.
“toh hasilnya bisa kami nikmati sekarang,” lanjut Louis. “kami punya rumah sendiri di queens, sebuah mobil chevy yang bagus, asuransi jiwa, dan tabungan di bank, dan rumah musim panas si wilayah elite New York. Setiap musim panas keluarga kami berlibur ke danau. Saya menghabiskan jum’at, sabtu, dan minggu bersama mereka. Karena jarak tempat itu jauh, saya lembur setiap hari senin, selasa, rabu dan kamis.”
“saya mulai membaca surat Louis dan merasakan emosi sang penulis. Sekarang anda akan merasakannya juga, karena kekuatan cinta dan ketulusan yang menyertai saat surat itu ditulis. Berikut bagian yang say abaca:
“aku salah telah menyalahkanmu. Aku salah besar telah mengeluh bahwa kau tidak melakukan apa yang aku tuduhkan padamu saat anak-anak masih kecil. Aku malu telah mengeluh bahwa kau bukan ayah yang baik waktu itu. Aku sadar, tak ada suami atau ayah yang lebih mencintai, baik,serta perhatian pada anak dan istrinya dibanding engkau. Kau telah melakukan hal yang benar untuk kami semua.
“dan aku bersalah telah membiarkan perasaan masa lalu mengganggu kebahagiaan kita sekarang. Kita memiliki keluarga yang bahagia sekarang.
“dan kini akulah yang membawa kesedihan padamu, lewat tuduhan dan sikap cerewetku.
“aku teramat sangat mencintaimu. Betapa aku memiliki suami terbaik di dunia, dan anak-anakku memiliki ayah yang paling penuh kasih saying. Kuharap kau mau memaafkanku.”
Saat saya mengembalikan surat itu pada Louis, ia berkata, “surat ini tak akan pernah terlupakan. Akan saya simpan selama-lamannya.
sumber: Butir-butir mutiara kesuksesan disusun oleh OG MANDINO diterbitkan GRAMEDIA
sumber: Butir-butir mutiara kesuksesan disusun oleh OG MANDINO diterbitkan GRAMEDIA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar