CINTA

Minggu, 28 November 2010

CHICKEN SOUP FOR THE SOUL





TEMPAYAN RETAK

Seorang tukang air India memiliki dua tempayan besar, masing-masing
bergantung pada kedua ujung suatu pikulan, yang dibawa menyilang pada
bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi
tidak. Jika tempayan yang utuh itu selalu dapat membawa air penuh,
setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan
retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh. 

Selama dua tahun hal itu terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat
membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si
tempayan yang utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat
menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun, si tempayan retak yang malang itu
merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia
hanya dapat memberi setengah dari porsi yang seharusnya dapat
diberikannnya. 

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu
berkata pada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri,
dan saya ingin mohon maaf kepadamu." 

"Kenapa?" tanya si tukang air, "Kenapa kamu merasa malu?" 

"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air
dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya
yang membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah
majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi," kata tempayan
itu. 

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas
kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku
ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan." 

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan
baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan,
dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia
kembali sedih karena separo air yang dibawanya telah bocor, dan kembali dia
minta maaf pada si tukang air atas kegagalannya. 

Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan
adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada bunga
di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang utuh. Itu karena aku
selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. 

Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan
setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi
benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga
indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu
ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."

Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua
adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan
kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tidak
ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. 

Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan
Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. 

Seseorang disebut sebagai orang yang sukses jika ia bisa tetap hidup

dan menikmati kesuksesannya dengan rasa bersyukur. 

BERSABAR EMANG TERKADANG MENYAKITKAN, TPI PERCAYALAH BERSABAR ADALAH JALAN YG TERBAIK.


        Berbahagialah bagi orang2 yg sabar, karena sangat sedikit sekali orang2 yg mampu mengendalikan kesabarannya. dan ingatlah, kesabaran adalah kunci kebahagiaan. nah ini dia sebuah kalimat yg sangat sakti. percaya atau enggak terserahlah pokoknya. kalimat ini mempunyai manfaat besar banget buat gue dlm ngejalanin kehidupan yg ruet. Sebuah kalimat yg gue kutip dari buku yg kalo gak salah judulnya DZIKIR KALBU karya Syekh Ibn ‘Atha’illah, biografinya bisa diliat dilink ini  http://darisrajih.wordpress.com/category/kisah-sufi/ibn-athaillah/. namun sayang, kali ini saya belum bisa untuk menuliskan artikel2 yg dibuat oleh beliau karna koleksi buku2 karya Syekh Ibn ‘Atha’illah saya ketinggalan di Maduratapi tenang, kali ini saya akan menghidangkan sebuah cerita2 and kisah2 menarik  yg behubungan dengan kesabaran. selamat membaca, mudah-mudahan bermanfaat. amien


Kesabaran

Sekalipun ada keuntungan untuk menjadi yang pertama, tetapi terdapat lebih banyak keuntungan dalam menjadi yang terbaik. Di dunia yang serba instan dan segera ini, layaklah kita melihat bagaimana melakukan sesuatu secara sepantasnya.
Terburu-buru dan ketidak sabaran adalah bisa berakibat fatal dan rentan terhadap kesalahan.  Pelajarilah nilai kesabaran. Sekalipun rasanya seperti anda tertinggal jauh di belakang, tetapi dengan usaha yang terukur dan tekun, lebih mungkin anda akan berada di depan.

Kesabaran bukan berarti menunda-nunda pekerjaan.  Kesabaran berarti mengambil tindakan SEKARANG, yang akan membawa hasil di masa depan.  Kesabaran berfokus pada hasil terbaik – bukan pada hasil tercepat atau termudah.  Kesabaran berarti mengerti bahwa perjalanan panjang memiliki hasil yang panjang pula.
Mulailah dari sekarang, dan bersabarlah.  Siapa yang mencari hasil segera – akan segera pula kehilangan hasilnya – itupun kalau mereka bisa mendapatkan hasil.
Memang makan waktu untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi anda sendiri yang akan menikmati hasilnya…

Setiap Kemenangan Butuh Kesabaran

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau. “Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya. ” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?” ” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?” ” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu” ” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah” ” Nah, akhirnya kau mengerti” ” Mengerti apa? aku tidak mengerti” ” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku” ” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ” ” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?” ” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ” Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Kiriman sahabat Nida Tsaura S <nida.tsaura@gmail.com>
Terima kasih atas artikelnya. Teruslah menulis sahabat..

KERTAS ORET-ORETAN WARNA KUNING




IA MENEMUKAN SIMBOL CINTA SEJATINYA SAAT MEMBACA 
SURAT DI KERTAS ORET-ORETAN WARNA KUNING
Oleh w. clement stone

Saya dan sang supir taksi menjadi cukup akrab selama bercakap-cakap sepanjang perjalanan dari bandara Kennedy ke wilayah elite New York  hari senin lalu.
                Saya selalu berusaha naik taksi di New York untuk berburu kisah tentang manusia. Perjalanan kali ini juga begitu.
“coba ceritakan tentang diri Anda dan sedikit pengalaman pribadi yang pernh anda alami,” bujuk saya. Jadilah Louis, sang sopir taksi mengisahkan pengalaman aneh yang di alaminya minggu lalu. Saat ia bercerita, saya merasa ia siap-siap bercerita tentang diri sendiri dan keluarganya. Karena itu, sengaja saya giring kirannya ke arah tersebut dengan sebuah pertanyaan: “keempat bocah ini anak-anak anda?” Tanya saya sambil menunjuk sebuah photo di dasbor depan setir. “benar,” jawab Louis. “anak-anak yang manis. Kami bersenang-senang bersama.” Dan ia terus berbicara.
                Saat kami tinggal beberapa blok dari tujuan , saya saya merasa ia menyimpan keinginan untuk berbagi pengalaman yang sangat pribadi. Dan kini saya akan ceritakan pada anda: sebuah symbol cinta , sepucuk surat yang di tulis di selembar kertas oret-oretan warna kuning.
                Sebelumnya, Louis menunjukan photo istrinya dari dompet, ketika wanita itu menjadi pengantin, juga cuplikan photo-photo berwarna keempat anaknya. Louis mengimbuhi komentar sayang di setiap photo.
                Sekarang ia menunjukan kepada saya surat itu. Dari istrinya, yang diberiakan kepadanya saat mencium Louis di ambang pintu rumah pagi ini. “saya tau, disetiap perkawinan, sesekali pasti ada pertengkaran,” ia memulai kisah. Lalu melanjutkan, “ saya dan istri terlibat pertengkaran keluarga tadi malam. Ia berdebat tentang masa-masa awal perkawinan kami ketika anak-anak masih kecil dan ia mengatakan betapa suami-suami lain suka membantu pekerjaan rumah sementara saya tidak sama sekali.
                “ia bilang, Herman, kakaku, selalu membantu Helen istrinya waktu anak-anak mereka masih kecil. Ia mencuci piring, bahkan mengepel lantai. Dan suami Irene, tom, sering memperbaiki perabotan rumah, mengganti popok dan tidak mengeluh. Tapi kau, kau sama sekali tidak membantu waktu anak-anak masih kecil. Kau bukan ayah yang baik waktu itu.”
                “masalahnya,” ujar Louis seperti minta maaf,” sebagi seorang supir taksi, saya bekerja 12 jam sehari. Dan tugas saya sebagai seorang suami adalah mencari nafkah. Saya berhasil dalam hal ini karena setiap jam selalu saya manfaatkan semaksimal mungkin. Wajar rasanya jika setiba di rumah saya sangat lelah. Butuh waktu istirahat dan bersantai sejenak.
                “toh hasilnya bisa kami nikmati sekarang,” lanjut Louis. “kami punya rumah sendiri di queens, sebuah mobil chevy yang bagus, asuransi jiwa, dan tabungan di bank, dan rumah musim panas si wilayah elite New York. Setiap musim panas keluarga kami berlibur ke danau. Saya menghabiskan jum’at, sabtu, dan minggu bersama mereka. Karena jarak tempat itu jauh, saya lembur setiap hari senin, selasa, rabu dan kamis.”
                “saya mulai membaca surat Louis dan merasakan emosi sang penulis. Sekarang anda akan merasakannya juga, karena kekuatan cinta dan ketulusan yang menyertai saat surat itu ditulis. Berikut bagian yang say abaca:
                “aku salah telah menyalahkanmu. Aku salah besar telah mengeluh bahwa kau tidak melakukan apa yang aku tuduhkan padamu saat anak-anak masih kecil. Aku malu telah mengeluh bahwa kau bukan ayah yang baik waktu itu. Aku sadar, tak ada suami atau ayah yang lebih mencintai, baik,serta perhatian pada anak dan istrinya dibanding engkau. Kau telah melakukan hal yang benar untuk kami semua.
                “dan aku bersalah telah membiarkan perasaan masa lalu mengganggu kebahagiaan kita sekarang. Kita memiliki keluarga yang bahagia sekarang.
“dan kini akulah yang membawa kesedihan padamu, lewat tuduhan dan sikap cerewetku.
                “aku teramat sangat mencintaimu. Betapa aku memiliki suami terbaik di dunia, dan anak-anakku memiliki ayah yang paling penuh kasih saying. Kuharap kau mau memaafkanku.”
                Saat saya mengembalikan surat itu pada Louis, ia berkata, “surat ini tak akan pernah terlupakan. Akan saya simpan selama-lamannya.            


sumber: Butir-butir mutiara kesuksesan disusun oleh OG MANDINO diterbitkan GRAMEDIA

CINTA YANG TAK TERBATAS

MENCINTAI BERARTI MENEMPATKAN KEBAHAGIAAN ORANG YANG KITA CINTAI DIATAS KEBAHAGIAAN DIRI KITA SENDIRI
(GOTTFRIED VON LIEBNITZ)


Menerima Apa Adanya
                Seorang pria dan kekasihnya menikah, dan acara pernikahannya berlangsung sangat megah. Semua kawan-kawan dan keluarganya hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya, dan pengantin pria dalam balutan tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang pasti akan sangat setuju untuk mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang saling mencintai.
                Beberapa bulan kemudian sang istri berkata kepada suaminya, “ sayang, aku baru membaca sebuah artikel dalam sebuah majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan,” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. “masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana cara untuk merubah hal-hal tersebut dan membuat ikatan pernikahan kita akan semakin kuat dan lebih bahagia”. Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal yang tidak mereka sukai dari pasangannya  dan berjanji untuk tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik, sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama.
                Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap untuk mendiskusikannya.
                Keesokan harinya mereka pun siap untuk mendiskusikannya. “ aku mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang di tulisanya, sekitar 3 halaman.
                Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tak ia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai mengalir. “ maaf, apakah aku harus berhenti?” tanyanya. “ oh tidak, lanjutkan “ jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan daftarnya, lalu ia kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia “ sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.
                Dengan suara perlahan suaminya berkata “ aku tidak mencatat sesuatu pun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri , engkau cantik dan baik bagiku. Tak satupun dari pribadimu yang kurang bagiku.
                Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya, ia menunduk dan menangis.
Pesan moral:
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan , depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu untuk memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bias menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?. Kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melilhat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.
Cinta tak pernah memandang kekurangan orang yang kita sayangi dan kita cintai. Cinta hanya akan membawa kebahagiaan dan saling berbagi untuk memahami kekurangan masing-masing. Mencintai dengan apa adanya. Cinta tak pernah menyakiti, cinta yang sebenarnya adalah menambah kedewasaan dan cara berpikir kita untuk memandang hidup, sebagai kasih karunia Tuhan yang terbaik. Cintailah semua mahluk dengan harapan semua akan berbahagia karenanya.
Sumber: wattpad for mobile