CINTA

Jumat, 28 Mei 2021

BANGKIT DAN MERAIH MIMPI

Berada di peringkat terbaik tentu menjadi mimpi semua orang, tapi sayangnya hanya sedikit orang yang bisa merealisasikannya. Mengpa demikian? Mungkin sekilas cerita berikut ini bisa membantu kita menjawab pertanyaan di atas.

    Di suatu masa, ada sebuh tim beranggotakan sepuluh orang ingin melakukan pendakian gunung. Tujuannya untuk mempererat persahabatan  dan membangun teamwork. Setelah melakukan riset dan evaluasi, diketahui bahwa untuk mencapai puncak gunung itu kira-kira dibutuhkan 8 jam berjalan kaki. Sebelum mulai pendakian, setiap anggota saling memberi semangat dan motivasi. Mereka pun sudah tidak sabar ingin memulai mendaki lereng-lereng gunung, berfoto ria, hingga membayangkan kemenangan mereka saat berhasil mencapai puncak gunung.

   Di sepanjang proses pendakian setiap anggota terus mengeluarkan kalimat-kalimat motivasi untuk memberi semangat. Kira-kira setengah dari total perjalanan ada sebuah rumah makan kecil yang cukup menarik. Kesepuluh anggota itu kemudian berdiskusi kecil. Apakah mereka akan berhenti sejenak untuk makan siang atau melanjutkan perjalanan sampai ke puncak pegunungan. Setelah berdiskusi cukup alot, akhirnya mereka memutuskan berhenti sejenak untuk makan siang, minum kopi dan beristirahat sesaat. Latar belakang pemandangan pegunungan yang begitu indah membuat para pendaki ini menghabiskan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.

   Setelah mereka merasa kenyang dan nyaman, ternyata hanya lima orang dari mereka yang ingin melanjutkan perjalanan sampai ke puncak. Separuh dari sepuluh anggota sudah merasa nyaman dan tidak mau melanjutkan perjalanan. Bukan karena mereka tidak mampu dan bukan karena mereka sudah lelah. Melainkan karena separuh dari mereka merasa sudah cukup baik dengan posisi mereka sekarang berada.

  
   Mereka kehilangan semangat untuk mendaki sampai ke puncak seperti tujuan mereka awalnya.  Tim ini kehilangan motivasi untuk melihat dan menikmati pemandangan baru, pemandangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Hanya karena sudah merasakan sedikit keberhasilan mereka merasa posisi ini sudah cukup baik. Keinginan mereka untuk memberi yang terbaik terhalangi dengan pencapaian yang mereka anggap sudah cukup baik.

   Seringkali kita seperti mereka. Ketika kita baru saja merumuskan sasaran yang ingin kita capai. kita begitu termotivasi, antusias dan bersemangat untuk mencapainya. Sayangnya setelah mencicipi sedikit keberhasilan, kita begitu cepat berpuas diri.

   
   Tempat Anda berada sekarang mungkin bukanlah tempat yang buruk, itu tempat yang nyaman, tetapi Anda tahu bahwa itu bukanlah tempat Anda seharusnya berada. Maka bangkit dan berdirilah! Raihlah mimpi Anda dengan mengerahkan semua kemampuan terbaik Anda. Rubahlah sudut pandang dengan selalu berusaha memberikan yang terbaik sesuai kompetensi Anda karena hanya dengan cara ini langkah Anda menjadi yang terbaik akan semakin dekat.


sumber: Majalah Inspirasi MACF group edisi februari 2011.

Sabtu, 13 Agustus 2011

KESABARAN MEMBAWA KEBERHASILAN

        Berjibaku dengan kerasnya kehidupan acapkali membuat banyak orang kehilangan kesabaran. tanpa sadar kita terus mengeluh. Di mana kesabaran yang seharusnya menjadi pelapis hati kita di saat menghadapi berbagai cobaan itu? Semoga melalui sekilas cerita ini kita bisa kembali menemukan si sabar itu dan melanjutkan perjalanan menuju keberhasilan.

       Suatu hari seorang biksu muda di sebuah kuil sedang menemui gurunya. Sang guru berkata,"anakku kau hampir mencapai tingkat tertinggi dari seluruh ajaranku. sebagai akhirnya kamu harus mempelajari kesabaran''. Biksu muda yang terkenal sangat cerdas tapi temperamental itu kemudian menyambut penuh kegembiraan,"baiklah guru, aku sudah tidak sabar untuk mempelajarinya. kapan pelajaran itu akan di mulai guru?" Sembari berlalu sang guru berkata, "esok pagi pelajaran itu akan dimulai!"

      Keesokan pagi sang guru mengajak si Biksu muda mengikutinya  ke sebuah ruangan. Di ruangan itu sang guru menyuruhnya duduk, sementara ia bertapa, sedangkan si Biksu muda tidak diperintahkan melakukan apa-apa. Ia merasa sangat bosa.

     Biksu muda lantas bertanya kapan dimulai pelajaran tentang kesabaran itu. "Tunggu sebentar saya sedang memikirkan caranya. Sembari menunggu kamu tolong ambilkkan saya minuman," jawab guru. Dengan sigap biksu muda menganbil secangkir minuman, wajahnya tampak gemas, karena sang guru meminum airnya dengan sangat perlahan dan lama.

     Setelah minuman habis, ia meminta biksu muda untuk mengambil sebuah buku. Dengan semangat biksu muda berlari dan memberikan pada sang guru." Bukan buku ini yang aku maksud. Buku itu berwarna merah bergaris biru di tengahnya," kata guru". Sudah dua jam guru membolak-balik lembar demi lembar dan biksu muda makin terlihat tidak sabar."Adakah pelajaran sabar di buku itu guru ?" lalu di jawab, "Coba kamu ambil buku lain yang ada di rak paling pojok dari lemari saya".

     Kali ini buku yang dibawanya lebih tebal. setelah dua jam menghabiskan waktu, si biksu muda merasa tidak sabar."Saya rasa pelajaran sabar tidak ada di buku itu guru!" Dengan wajah tenang sang guru berkata " hmm.... saya perlu mempelajarinya dan itu perlu memakan waktu. Saya rasa saya tidak bisa mengajarimu hari ini," dengan langkah gontai biksu muda meninggalkan sang guru.

    Keesokan pagi hal yang sama terulang kembali. kali ini sang guru meminta biksu muda untuk menemaninya  seharian melkukan aktivitas sosial di sebuah desa. Di sela acara biksu muda kembali bertanya" kapan kita akan belajar kesabaran guru?'' Guru menjawab,"besok." ada saja yang di buat sang guru untuk menunda pelajaran kesabaran hingga si biksu muda akhirnya mengeluh dan marah.

    "Sadarkah kamu bahwa selama kita bersama saya telah mengajarkanmu kesabaran. Saya melatih kamu bersabar untuk mendapatkan apa yang kamu mau. Saya menyuruhmu berkali-kali yang kamu rasa tidak ada hubungannya dengan kepentinganmu, kamu harus sabar. sesungguhnya pelajaran itulah yang dinamakan kesabaran, sayangnya kamu belum lulus."

   Pembaca sekalian, coba renungkan sesaat. Mengapa kita seringkali mengeluh tentang proses sebuah pekerjaan yang kita lakukan, padahal kita tau proses ini penting untuk hasil yang lebih baik? ketahuilah pembaca yang budiman, saat Anda fokus terhadap sebuah cita-cita, target atau hasil yang ingin di capai semua kelelahan, kesedihan dan tantangan itu akan terbayar lunas. sabarlah menjalankan semua kerja keras Anda secara konsisten maka Anda akan mengecap manisnya keberhasila.

sumber: majalah inspirasi MACF group. Edisi maret-mei 2011

Sabtu, 23 Juli 2011

APA YANG BERGERAK PALING CEPAT?

        Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan di kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.

Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview. Si Manager lalau mengajukan 1 pertanyaan: setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?

Kandidat I menjawab, "PIKIRAN. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu".

"Jawaban yang sangat bagus", sahut si Manager. "Kalau menurut Anda?", tanyanya ke kandidat II.

"Hm....KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya"

"Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan 'sekejap mata' untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi". Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.

"NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui", jawabnya, "Saya sering menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala"

Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III. "Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya", pujinya.

Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, "Sudah jelas bahwa yang paling cepat itu adalah MENCRET"

"APA???!!!", seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.

"Oh saya bisa menjelaskannya", kata si kandidat. "Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet. Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya sudah berak di celana"

Tentu saja kandidat terakhir yang diterima...

Rabu, 22 Juni 2011

APA ARTI MENJADI SEORANG KEKASIH?


Apa arti menjadi seorang kekasih? 

Menjadi kekasih mempunyai makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menikah atau bercinta dengan seseorang. 
Berjuta-juta orang menikah, berjuta-juta orang bercinta,tetapi hanya sedikit yang benar-benar saling mengasihi. 

Untuk menjadi kekasih sejati, Anda harus bersungguh-sungguh dan berpartisipasi dalam tarian kemesraan bersama partner Anda.
Anda seorang kekasih bila menganggap partner Anda sebagai anugerah, dan mensyukuri anugerah itu setiap hari.
Anda seorang kekasih bila ingat bahwa pasangan Anda bukan milik Anda, bahwa dia adalah pinjaman dari alam semesta.
Anda seorang kekasih bila menyadari bahwa apa pun yang terjadi di antara Anda berdua selalu mempunyai makna, bahwa apa pun yang Anda katakan mempunyai potensi untuk membuat kekasih Anda sedih atau gembira, dan bahwa apa pun yang Anda lakukan bisa mempererat atau justru merenggangkan hubungan Anda dengannya.

Anda seorang kekasih bila memahami semua ini, dan karenanya setiap pagi Anda bangun dengan perasaan syukur sebab dikaruniai satu hari lagi untuk mencintai dan menikmati kebersamaan dengan pasangan Anda.

Bila Anda mempunyai seorang kekasih dalam hidup Anda, Anda sungguh dikaruniai berkat melimpah. 
Anda diberi anugerah dalam wujud seseorang yang memilih menjadi pendamping Anda. 
Dia akan menikmati siang dan malam bersama Anda. 
Dia akan berbagi ranjang dengan Anda dan ikut menanggung beban Anda. 
Kekasih Anda akan melihat sudut-sudut rahasia Anda yang tak dilihat orang lain. 
Dia akan menyentuh titik-titik pada tubuh Anda yang tidak disentuh orang lain. 
Kekasih Anda akan meraih Anda keluar dari tempat persembunyian, dan menciptakan pelabuhan teduh bagi Anda dalam pelukan lengannya yang aman dan penuh cinta.

Setiap hari, kekasih Anda menawarkan keajaiban berlimpah kepada Anda. 
Dia mempunyai kekuatan untuk membuat Anda senang dengan senyumnya, suaranya, aroma tengkuknya, dan gerak-geriknya. 
Dia mempunyai kekuatan untuk mengenyahkan kesepian Anda. 
Dia mempunyai kekuatan untuk mengubah sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang Indah. 

Dia adalah gerbang Anda menuju surga, di sini di dunia.

Barbara De Angelis, Ph.D

Source : Book Of Chicken soup For The Couple Soul

Kamis, 10 Maret 2011

JANJI


Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, ”berapa lama lagi kamu baca koran itu? tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.”


Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya banjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.

Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.”

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, “boleh ayah. Akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta…” agak ragu2 sejenak… “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”

Aku menjawab, “Oh pasti sayang”.

Sindu tanya sekali lagi, “betul nih ayah?”

“Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku.

Aku sedikit khawatir dan berkata: “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.”

Sindu menjawab, “jangan khawatir, Sindu tidak minta barang-barang mahal kok.”

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin /dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata, “permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!” Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program-program TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak.”

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, “tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain,” kata Sindu.

Aku coba memohon kepada Sindu, “tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.”

Sindu dengan menangis berkata, “ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, “janji kita harus ditepati.”

Secara serentak istri dan ibuku berkata, “apakah aku sudah gila?”

“Tidak,” jawabku, “kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri.”

“Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong tunggu saya.” Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki-laki itu botak. Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, “anak anda , Sindu, benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.”

Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu, “bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina oleh teman-teman sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan aku menangis melihat tidakan anakku untuk memberikan semangat pada temannya, oh Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih.

KONTES KECANTIKAN


Sebuah perusahaan produk kecantikan yang sukses meminta orang2 untuk mengirim surat singkat tentang wanita-wanita cantik yang mereka kenal. Dalam beberapa minggu banyak foto yang masuk ke perusahaan itu.

Salah satu surat itu menarik perhatian para karyawan perusahaan tersebut, dan surat itu pun disampaikan kepada presiden direktur. Penulisnya adalah seorang laki2 yang berasal dari keluarga broken home, dan tinggal di wilayah kumuh. Berikut ini adalah cuplikan suratnya

diujung jalan, tidak jauh dari rumahku, tinggal seorang wanita cantik. aku mengunjunginya tiap hari. Ia membuatku merasa menjadi anak paling penting di dunia. Kami suka main checker dan ia mau mendengarkan masalah-masalahku. Ia bisa memahamiku dan kalau aku pulang, ia selalu berseru dari gerbang kalo ia bangga akan diriku 

Si anak mengakhiri suratnya dan berkata "di foto ini bisa dilihat bahwa dialah wanita yang paling cantik bagiku, mudah2an aku punya istri secantik dia nanti"

Merasa terkesan oleh suratnya sang Presiden direktur minta melihat foto wanita tersebut. Sekretarisnya menyodorkan foto wanita tua yang ompong, duduk sambil tersenyum di sepatu roda. Rambutnya yang jarang dan beruban disanggul ke belakang. Binar2 di matanya menutupi kerut di wajahnya.

"Kita tidak bisa menggunakan foto ini", kata sang Presiden direktur sambil tersenyum. "sebab ia bisa menunjukkan pada dunia bahwa untuk menjadi cantik, orang tidak perlu menggunakan produk kita"


Chicken soup for the soul